Pages

Selasa, 26 Februari 2013

BEGINILAH SEHARUSNYA KITA BERSAUDARA ...

Bismillahir-Rahmaanir-Rahim ... Disebuah desa yg subur, hiduplah 2 lelaki bersaudara. Sang kakak telah berkeluarga dgn 2 orang anak, sedangkan si adik masih melajang.

Mereka menggarap satu lahan berdua dan ktka panen, hasilnya mereka bagi sama rata.

Disuatu malam setelah panen, si adik duduk sendiri dan berfikir. "pembagian ini sungguh tidak adil, seharusnya kakakku lah yg mendapat bagian lebih banyak karena dia hidup dengan istri dan kedua anaknya.

"Maka dimalam yang sunyi itu diam2 dia menggotong satu karung padi miliknya dan meletakkanya dilumbung padi milik kakaknya".

Ditempat yg lain, sang kakak juga berfikir, "pembagian ini adil jika adikku mendapat bagian yang lebih bnyak, karena ia hidup sendiri, jika terjadi apa2 dengannya tak ada yang mengurus, sedangkan aku ada anak dan istri yg kelak merawatku."

Maka sang kakakpun bergegas mengambil satu karung dari lumbungnya dan mengantarkan dengan diam2 ke lumbung milik sang adik.

Kejadian ini terjadi bertahun-tahun ...

Dalam benak mereka ada tanda tanya, kenapa lumbung padi mereka seperti tak berkurang meski telah menguranginya setiap kali panen?

Hingga disuatu malam yang lengang setelah panen, mereka berdua bertemu ditengah jalan.

Masing2 mereka menggotong satu karung padi ...

Tanda tanya dalam benak mereka terjawab sudah, seketika itu juga mereka saling memeluk erat, mereka sungguh terharu ber urai air mata menyadari betapa mereka saling menyayangi.

Beginilah seharusnya kita bersaudara ...

Jangan biarkan Harta menjadi pemicu permusuhan melainkan menjadi perekat yg teramat kuat diantara saudara.

Tuhan telah menanamkan cinta pada hati mereka yg mau lelah memikirkan nasib saudara2 mereka.

Tuhan tak akan membiarkan kita kekurangan jika kita selalu berusaha mencukupi kehidupan orang lain.

Tuhan tak akan menyusahkan kita yg selalu berusaha membahagiakan orang lain ...!

~ o ~

Kamis, 14 Februari 2013

AL QUR'AN DAN SANG JENDRAL

Bismillahir-Rah maanir-Rahim ... 
Suatu sore, ditahun 1525. Penjara tempat tahanan orang-orang di situ terasa hening mencengkam. Jendral Adolf Roberto, pemimpin penjara yang terkenal bengis, tengah memeriksa setiap kamar tahanan.

Setiap sipir penjara membungkukkan badannya rendah-rendah ketika 'algojo penjara' itu berlalu di hadapan mereka. Karena kalau tidak, sepatu 'jenggel' milik tuan Roberto yang fanatik Kristen itu akan mendarat di wajah mereka.

Roberto marah besar ketika dari sebuah kamar tahanan terdengar seseorang mengumandangkan suara-suara yang amat ia benci. "Hai...hentikan suara jelekmu! Hentikan...!"

Teriak Roberto sekeras-keranny a sembari membelalakan mata. Namun apa yang terjadi? Laki-laki di kamar tahanan tadi tetap saja bersenandung dengan khusyu'nya. Roberto bertambah berang.

Algojo penjara itu menghampiri kamar tahanan yang luasnya tak lebih sekadar cukup untuk satu orang. Dengan congak ia menyemburkan ludahnya ke wajah renta sang tahanan yang keriput hanya tinggal tulang. Tak puas sampai di situ, ia lalu menyulut wajah dan seluruh badan orang tua renta itu dengan rokoknya yang menyala.

Sungguh ajaib... Tak terdengar secuil pun keluh kesakitan. Bibir yang pucat kering milik sang tahanan amat gengsi untuk meneriakkan kata Rabbi, wa ana 'abduka...

Tahanan lain yang menyaksikan kebiadaban itu serentak bertakbir sambil berkata, "Bersabarlah wahai ustadz...Insya Allah tempatmu di Syurga." Melihat kegigihan orang tua yang dipanggil ustadz oleh sesama tahanan, 'algojo penjara' itu bertambah memuncak amarahnya.

Ia perintahkan pegawai penjara untuk membuka sel, dan ditariknya tubuh orang tua itu keras-keras hingga terjerembab di lantai. "Hai orang tua busuk! Bukankah engkau tahu, aku tidak suka bahasa jelekmu itu?! Aku tidak suka apa-apa yang berhubung dengan agamamu!

Ketahuilah orang tua dungu, bumi Sepanyol ini kini telah berada dalam kekuasaan bapak kami, Tuhan Yesus. Anda telah membuat aku benci dan geram dengan 'suara-suara' yang seharusnya tak pernah terdengar lagi di sini.

Sebagai balasannya engkau akan kubunuh. Kecuali, kalau engkau mau minta maaf dan masuk agama kami." Mendengar "khutbah" itu orang tua itu mendongakkan kepala, menatap Roberto dengan tatapan tajam dan dingin.

Ia lalu berucap, "Sungguh...aku sangat merindukan kematian, agar aku segera dapat menjumpai kekasihku yang amat kucintai, Allah. Bila kini aku berada di puncak kebahagiaan karena akan segera menemuiNya, patutkah aku berlutut kepadamu, hai manusia busuk? Jika aku turuti kemauanmu, tentu aku termasuk manusia yang amat bodoh."

Baru saja kata-kata itu terhenti, sepatu lars Roberto sudah mendarat di wajahnya. Laki-laki itu terhuyung. Kemudian jatuh terkapar di lantai penjara dengan wajah bersimbah darah. Ketika itulah dari saku baju penjaranya yang telah lusuh, meluncur sebuah 'buku kecil'. Adolf Roberto bermaksud memungutnya. Namun tangan sang Ustadz telah terlebih dahulu mengambil dan menggenggamnya erat-erat.

"Berikan buku itu, hai laki-laki dungu!" bentak Roberto. "Haram bagi tanganmu yang kafir dan berlumuran dosa untuk menyentuh barang suci ini!"ucap sang ustadz dengan tatapan menghina pada Roberto. Tak ada jalan lain, akhirnya Roberto mengambil jalan paksa untuk mendapatkan buku itu. Sepatu lars berbobot dua kilogram itu ia gunakan untuk menginjak jari-jari tangan sang ustadz yang telah lemah.

Suara gemeretak tulang yang patah terdengar menggetarkan hati. Namun tidak demikian bagi Roberto. Laki-laki bengis itu malah merasa bangga mendengar gemeretak tulang yang terputus. Bahkan 'algojo penjara' itu merasa lebih puas lagi ketika melihat tetesan darah mengalir dari jari-jari musuhnya yang telah hancur.

Setelah tangan renta itu tak berdaya, Roberto memungut buku kecil yang membuatnya penasaran. Perlahan Roberto membuka sampul buku yang telah lusuh. Mendadak algojo itu termenung. "Ah...sepertiny a aku pernah mengenal buku ini. Tapi kapan? Ya, aku pernah mengenal buku ini." suara hati Roberto bertanya-tanya. Perlahan Roberto membuka lembaran pertama itu.

Pemuda berumur tiga puluh tahun itu bertambah terkejut tatkala melihat tulisan-tulisan "aneh" dalam buku itu. Rasanya ia pernah mengenal tulisan seperti itu dahulu. Namun, sekarang tak pernah dilihatnya di bumi Sepanyol.

Akhirnya Roberto duduk disamping sang ustadz yang telah melepas nafas-nafas terakhirnya. Wajah bengis sang algojo kini diliputi tanda tanya yang dalam. Mata Roberto rapat terpejam. Ia berusaha keras mengingat peristiwa yang dialaminya sewaktu masih kanak-kanak. Perlahan, sketsa masa lalu itu tergambar kembali dalam ingatan Roberto.

Pemuda itu teringat ketika suatu sore di masa kanak-kanaknya terjadi kericuhan besar di negeri tempat kelahirannya ini. Sore itu ia melihat peristiwa yang mengerikan di lapangan Inkuisisi (lapangan tempat pembantaian kaum muslimin di Andalusia).

Di tempat itu tengah berlangsung pesta darah dan nyawa. Beribu-ribu jiwa tak berdosa berjatuhan di bumi Andalusia. Di hujung kiri lapangan, beberapa puluh wanita berhijab (jilbab) digantung pada tiang-tiang besi yang terpancang tinggi.

Tubuh mereka bergelantungan tertiup angin sore yang kencang, membuat pakaian muslimah yang dikenakan berkibar-kibar di udara.

Sementara, di tengah lapangan ratusan pemuda Islam dibakar hidup-hidup pada tiang-tiang salib, hanya karena tidak mau memasuki agama yang dibawa oleh para rahib.

Seorang bocah laki-laki mungil tampan, berumur tujuh tahunan, malam itu masih berdiri tegak di lapangan Inkuisisi yang telah senyap. Korban-korban kebiadaban itu telah syahid semua.

Bocah mungil itu mencucurkan airmatanya menatap sang ibu yang terkulai lemah di tiang gantungan. Perlahan-lahan bocah itu mendekati tubuh sang ummi yang tak sudah bernyawa, sembari menggayuti abuyanya.

Sang bocah berkata dengan suara parau, "Ummi, ummi, mari kita pulang. Hari telah malam. Bukankah ummi telah berjanji malam ini akan mengajariku lagi tentang alif, ba, ta, tsa....? Ummi, cepat pulang ke rumah ummi..."

Bocah kecil itu akhirnya menangis keras, ketika sang ummi tak jua menjawab ucapannya. Ia semakin bingung dan takut, tak tahu harus berbuat apa. Untuk pulang ke rumah pun ia tak tahu arah. Akhirnya bocaah itu berteriak memanggil bapaknya, "Abi... Abi... Abi..." Namun ia segera terhenti berteriak memanggil sang bapak ketika teringat kemarin sore bapaknya diseret dari rumah oleh beberapa orang berseragam.

"Hai...siapa kamu?!" teriak segerombolan orang yang tiba-tiba mendekati sang bocah. "Saya Ahmad Izzah, sedang menunggu Ummi..." jawab sang bocah memohon belas kasih. "Hah...siapa namamu bocah, coba ulangi!" bentak salah seorang dari mereka.

"Saya Ahmad Izzah..." sang bocah kembali menjawab dengan agak grogi. Tiba-tiba "plak! sebuah tamparan mendarat di pipi sang bocah. "Hai bocah...! Wajahmu bagus tapi namamu jelek. Aku benci namamu.

Sekarang kuganti namamu dengan nama yang bagus. Namamu sekarang 'Adolf Roberto'...Awas ! Jangan kau sebut lagi namamu yang jelek itu. Kalau kau sebut lagi nama lamamu itu, nanti akan kubunuh!" ancam laki-laki itu.

Sang bocah meringis ketakutan, sembari tetap meneteskan air mata. Anak laki-laki mungil itu hanya menurut ketika gerombolan itu membawanya keluar lapangan Inkuisisi. Akhirnya bocah tampan itu hidup bersama mereka.

Roberto sedar dari renungannya yang panjang. Pemuda itu melompat ke arah sang tahanan. Secepat kilat dirobeknya baju penjara yang melekat pada tubuh sang ustadz. Ia mencari-cari sesuatu di pusar laki-laki itu. Ketika ia menemukan sebuah 'tanda hitam' ia berteriak histeris, "Abi...Abi...Ab i..."

Ia pun menangis keras, tak ubahnya seperti Ahmad Izzah dulu. Fikirannya terus bergelut dengan masa lalunya. Ia masih ingat betul, bahwa buku kecil yang ada di dalam genggamannya adalah Kitab Suci milik bapanya, yang dulu sering dibawa dan dibaca ayahnya ketika hendak menidurkannya. Ia jua ingat betul ayahnya mempunyai 'tanda hitam' pada bahagian pusar.

Pemuda beringas itu terus meraung dan memeluk erat tubuh renta nan lemah. Tampak sekali ada penyesalan yang amat dalam atas ulahnya selama ini. Lidahnya yang sudah berpuluh-puluh tahun alpa akan Islam, saat itu dengan spontan menyebut, "Abi... aku masih ingat alif, ba, ta, tha..." Hanya sebatas kata itu yang masih terakam dalam benaknya.

Sang ustadz segera membuka mata ketika merasakan ada tetesan hangat yang membasahi wajahnya. Dengan tatapan samar dia masih dapat melihat seseorang yang tadi menyeksanya habis-habisan kini tengah memeluknya. "Tunjuki aku pada jalan yang telah engkau tempuhi Abi, tunjukkan aku pada jalan itu..." Terdengar suara Roberto memelas.

Sang ustadz tengah mengatur nafas untuk berkata-kata, ia lalu memejamkan matanya. Air matanya pun turut berlinang. Betapa tidak, jika sekian puluh tahun kemudian, ternyata ia masih sempat berjumpa dengan buah hatinya, ditempat ini. Sungguh tak masuk akal. Ini semata-mata bukti kebesaran ALlah.

Sang Abi dengan susah payah masih bisa berucap. "Anakku, pergilah engkau ke Mesir. Di sana banyak saudaramu. Katakan saja bahwa engkau kenal dengan Syaikh Abdullah Fattah Ismail Al-Andalusy. Belajarlah engkau di negeri itu,"

Setelah selesai berpesan sang ustadz menghembuskan nafas terakhir dengan berbekal kalimah indah "Asyahadu anla Illaaha ilALlah, wa asyahadu anna Muhammad Rasullullah...' . Beliau pergi dengan menemui Rabbnya dengan tersenyum, setelah sekian lama berjuang dibumi yang fana ini.

Kini Ahmah Izzah telah menjadi seorang alim di Mesir. Seluruh hidupnya dibaktikan untuk agamanya, 'Islam, sebagai ganti kekafiran yang di masa muda sempat disandangnya. Banyak pemuda Islam dari berbagai penjuru berguru dengannya..." Al-Ustadz Ahmad Izzah Al-Andalusy.

Benarlah firman Allah...

"Maka hadapkanlah wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, tetaplah atas fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrahnya itu. Tidak ada perubahan atas fitrah Allah. Itulah agama yang lurus, tetapi kebanyakan manusia tidak mengetahui." (QS>30:30)

Wallahu a'lam bish-shawab ...

Semoga kita dapat mengambil pengetahuan yang bermanfaat dan bernilai ibadah ..

Wabillahi Taufik Wal Hidayah, ...


sumber Facebook Dunia islam
https://www.facebook.com/cintaduniaislam?ref=ts&fref=ts

Sabtu, 24 November 2012

PEREMPUANKU……

 06 november 2012

Perempuanku….
Kau yang Mengajariku tentang arti malam tanpa bintang
Kau yang memberitahuku kabar asmara yang sedang menggelora….
Kau yang membunyikan lonceng asmara dalam hati ini…
Kau yang membisikkan kata indah dipengujung malamku…
Kau yang melukiskan indahnya pelangi dikala senja,,,,,,
Kau yang melantunkan sebaris puisi penyayat jiwa….
Kau yang menuliskan beribu makna pujangga cinta dikala bercinta…
Kau yang menentramkan hati dikala pilu…
Kau yang menuntunku kearah terang dikala ku ditelan kegelapan….
Kau yang menyalakan pelita cinta dikala hati dirundung duka…
Kau yang menerangi hati disaat ku sedang merindu…..
Kau yang menyibak raga dikala ku sedang kaku……
Kau yang menjadi Inspirasi disetiap hela nafas….
Kau adalah segalanya bagiku…
Kau adalah PEREMPUANKU,,,,,






Kamis, 22 November 2012

TPA " Tips Perlu Aktualisasi"


Apakah anda pernah berada didalam sebuah kegiatan yang dihadiri oleh beberapa orang individu.? Dimana  didalamnya terdapat seseorang atau beberapa orang narasumber. Misalnya dalam sebuah seminar, pertemuan, diskusi kelas, atau kegiatan-kegiatan lain yang serupa ?
Jika ya, maka apakah anda pernah memperhatikan saudara atau teman-teman anda yang berada disekitar anda ? anda akan menemukan ada beberapa orang individu atau bahkan anda sendiri yang merasa jenuh dan tak memperhatikan pembicara secara saksama. Bahkan tak jarang mereka-mereka itu dapat menimbulkan kekacauan sendiri dengan membentuk suatu forum didalam forum itu sendiri.
Betapa tak lucunya jika anda yang mulanya sangat semangat mengikuti kegiatan tersebut, namun sementara kegiatan tersebut berlangsung maka anda sendiri yang terlihat jenuh terhadap materi yang dibawakan. Entah itu karena kekecewaan anda terhadap materi yang dibawakan yang tak sesuai dengan yang anda harapkan atau bahkan pemateri atau pembicara yang menjenuhkan walaupun materi yang dibawakan cukup menarik. Kesemuanya itu mungkin dapat menjadi poin-poin penting yang harus kita temukan solusi terhadap permasalahan tersebut.
Hal inilah yang terkadang yang minimpa diriku, ketika menghadiri suatu kegiatan yang mulanya sangat menarik bagi saya. Bahkan tak jarang saya merasa rugi, karena ketika saya telah mengeluarkan banyak materi untuk mengikuti kegiatan tersebut namun yang saya peroleh hanya lelah saja, tanpa sepatah kata yang mungkin dapat saya kembangkan nantinya diluar pertemuan tersebut (alias capek YES, ilmunya NO).
Bermula dari hal inilah, sehingga saya dengan sengaja sering mengikuti kegiatan atau pertemuan-pertemuan, walaupun terkadang tak penting-penting sekali, hanya ingin mengamati individu-individu yang mengikuti kegiatan tersebut. Kegiatan yang yang menjadi perioritas penelitian saya yakni diskusi kelompok dikelas baik dibawakan oleh dosen ataupun teman-teman sekelas itu sendiri, mengikuti seminar, sampai pada pengamatan pada saat khotbah sholat jumat dilaksanakan.
Beragam tingkah laku individu yang dapat saya temui, dimulai dari dari sibuk dengan Hape (handphone) entah itu sms-an, chat di dunia maya, mutar lagu melalui handshet yang tepasang ditelinga (terutama kaum hawa yang menggunakan kerudung tren*), cerita sama teman yang berada disisi kiri kanan sampai pada individu yang menekan-tekan tak jelas tombol apa saja yang tersedia di dalam hapenya, yang belakangan saya tau hanya untuk mengecek jam waktu berakhirnya kegiatan tersebut, bahkan tak jarang saya temukan individu yang tertidur, terutama pada acara khotbah sholat jumat.
Nah untuk itu, maka saya berikan beberapa tips agar teman-teman tak lagi merasa jenuh terhadap kegiatan tersebut:
1.  Sebelum memasuki ruangan, usahakan berwhudu dan niatkan karena Allah. Sebab dengan niat karena Allah, anda akan menemukan ketentraman dan rasa optimisme ketika kegiatan tersebut berlangsung.
2.  Ambil posisi terdepan, ya kalau perlu didepan sang pembicara, karena posisi terdepan dapat membuat diri kita jauh lebih terfokus terhadap ucapan-ucapan si pembcara, dibandingkan posisi dibelakang yang mungkin suara pembicara akan terdengar samar-samar di pendengaran anda atau bahkan tak terdengar sama sekali.
3.  Pada saat kegiatan berlangsung, usahakan anda juga berperan aktif, baik memberikan argument, tanggapan, mengemukakan pertanyaan ataupun hanya menjawab pertanyaan-pertanyaan singkat dari pemateri yang sudah jelas jawabanya.
4.   Perbanyak dzikir, ketika anda sedang ngantuk melanda, terutama pada saat sholat jumat.

"semoga Bermanfaat"
*kerudung tren maksudnya kerudung yang tak sesuai dengan ketentuan syariat islam

Selasa, 20 November 2012

SURAT TERBUKA UNTUK BANGSA INDONESIA DARI GAZA i

ini adalah sebuah artikel yang saya ambil dari http://vitamecitetadae.blogspot.com/2012/11/surat-terbuka-untuk-bangsa-indonesia.html dan saya rasa semua orang yang mengaku muslim dan mujahid wajib membaca ini. semoga ada hidayah yang ditemukan setelah membaca artikel ini, minimal kita bersama-sama instropeksi diri, apa yang masih kita tunggu dikala kita sedang luang, sudah adakah yang dapat kita sumbangkan terhadap agama ini ??? atau hal lainnya
semoga bermanfaat wahai saudaraku......

♥ Bismillaahir Rahmaanir Rahiim ♥


Untuk saudaraku di Indonesia, ..Saya tidak tahu, mengapa saya harus menulis dan mengirim surat ini untuk kalian di Indonesia .. Namun, jika kalian tetap bertanya kepadaku, kenapa?? Mungkin satu-satunya jawaban yang saya miliki Adalah karena Negeri kalian berpenduduk muslim Terbanyak di punggung bumi ini .. bukan
kah demikian wahai saudaraku???



Disaat saya menunaikan ibadah haji beberapa tahun silam, ketika pulang dari melempar jumrah, saya sempat berkenalan dengan salah seorang aktivis da’wah dari Jama’ah haji asal Indonesia, dia mengatakan kepadaku, setiap tahun musim haji ada sekitar 205 ribu jama’ah haji berasal dari Indonesia datang ke Baitullah ini?!!!?.




Wah,,,,sungguh jumlah angka yang sangat fantastis & membuat saya berdecak kagum, Lalu saya mengatakan kepadanya, saudaraku ..jika jumlah jama’ah Haji asal GAZA sejak tahun 1987 Sampai sekarang di gabung .. itu belum bisa menyamai jumlah jama’ah haji Dari negeri kalian dalam satu musim haji saja ...




Padahal jarak tempat kami ke Baitullah lebih dekat di banding kalian yah? Wah?.wah?pasti uang kalian sangat banyak yah, apalagi menurut sahabatku itu ada 5 % dari rombongan tersebut yang menunaikan ibadah haji untuk yang kedua kalinya ..? .. Subhanallah.




Wahai saudaraku di Indonesia, ..
Pernah saya berkhayal dalam hati, kenapa saya & kami yang ada di GAZA ini, tidak dilahirkan di negeri kalian saja. Wah? pasti sangat indah dan mengagumkan yah. Negeri kalian aman, kaya dan subur, setidaknya itu yang saya ketahui tentang negeri kalian..



Pasti para ibu-ibu disana amat mudah Menyusui bayi-bayinya, susu formula bayi pasti dengan mudah kalian dapatkan di toko-toko & para wanita hamil kalian mungkin dengan mudah bersalin di rumah sakit yang mereka inginkan.




Ini yang membuatku iri kepadamu saudaraku Tidak seperti di negeri kami ini, saudaraku, anak-anak bayi kami lahir di tenda-tenda pengungsian. Bahkan tidak jarang tentara Israel menahan mobil ambulance yang akan mengantarkan istri kami Melahirkan di rumah sakit yang lebih lengkap alatnya di daerah Rafah, Sehingga istri-istri kami terpaksa melahirkan diatas mobil ... yah diatas mobil saudaraku!!




Susu formula bayi adalah barang yang langka di GAZA sejak kami di blokade 2 tahun lalu, Namun isteri kami tetap menyusui bayi-bayinya dan menyapihnya hingga dua tahun lamanya Walau, terkadang untuk memperlancar ASI mereka, isteri kami rela minum air rendaman gandum. Namun .., mengapa di negeri kalian, katanya tidak sedikit kasus pembuangan bayi yang tidak jelas siapa ayah & ibunya, terkadang ditemukan mati di parit-parit, di selokan-selokan dan di tempat sampah ...itu yang kami dapat dari informasi televisi.




Dan yang membuat saya terkejut dan merinding,,, ,, ternyata negeri kalian adalah negeri yang tertinggi kasus Abortusnya untuk wilayah ASIA ... Astaghfirullah. Ada apa dengan kalian ..???
Apakah karena di negeri kalian tidak ada konflik bersenjata seperti kami disini, sehingga orang bisa melakukan hal hina tersebut ..?!! !, sepertinya kalian belum menghargai arti sebuah nyawa bagi kami di sini. Memang hampir setiap hari di GAZA sejak penyerangan Israel, kami menyaksikan bayi-bayi kami mati, Namun, bukanlah diselokan-selokan .. atau got-got apalagi ditempat sampah? saudaraku! !!, Mereka mati syahid .. saudaraku! mati syahid karena serangan roket tentara Israel !!!



Kami temukan mereka tak bernyawa lagi dipangkuan ibunya, di bawah puing-puing bangunan rumah kami yang hancur oleh serangan roket tentara Zionis Israel ...




Saudaraku .., bagi kami nilai seorang bayi adalah Aset perjuangan perlawanan kami terhadap penjajah Yahudi. Mereka adalah mata rantai yang akan menyambung perjuangan kami memerdekakan Negeri ini. Perlu kalian ketahui,,,sejak serangan Israel tanggal 27 desember (2009) kemarin, Saudara-saudara kami yang syahid sampai 1400 orang, 600 diantaranya adalah anak-anak kami Namun,,,,sejak penyerangan itu pula sampai hari ini, kami menyambut lahirnya 3000 bayi baru Dijalur Gaza, dan Subhanallah kebanyakan mereka adalah anak laki-laki dan banyak yang kembar ... Allahu Akbar!!!




Wahai saudaraku di Indonesia, ...




Negeri kalian subur dan makmur, tanaman apa saja yang kalian tanam akan tumbuh dan berbuah, Namun kenapa di negeri kalian masih ada bayi yang kekurangan gizi, menderita busung lapar, Apa karena kalian sulit mencari rezki disana ..? apa negeri kalian sedang di blokade juga ..?




Perlu kalian ketahui .. saudaraku, tidak ada satupun bayi di Gaza yang menderita kekurangan gizi apalagi sampai mati kelaparan .., walau sudah lama kami diblokade .. Kalian terlalu manja?!? Saya adalah pegawai Tata usaha di kantor pemerintahan Hamas Sudah 7 bulan ini, gaji bulanan belum saya terima, tapi Allah SWT yang akan mencukupkan rezki untuk kami.




Perlu kalian ketahui pula, bulan ini saja ada sekitar 300 pasang pemuda Baru saja melangsungkan pernikahan,, ,yah,,,mereka menikah di sela-sela serangan agresi Israel, Mereka mengucapkan akad nikah, diantara bunyi letupan bom dan peluru saudaraku. Dan Perdana menteri kami, yaitu ust Ismail Haniya memberikan santunan awal pernikahan Bagi semua keluarga baru tersebut.




Wahai Saudaraku di Indonesia, ..
Terkadang saya pun iri, seandainya saya bisa merasakan pengajian atau halaqoh pembinaan Di Negeri antum, seperti yang diceritakan teman saya tersebut.



Program pengajian kalian pasti bagus bukan, banyak kitab mungkin yang telah kalian baca, dan Buku-buku pasti kalian telah lahap .., kalian pun sangat bersemangat bukan, itu karena kalian punya waktu .. Kami tidak memiliki waktu yang banyak disini wahai saudaraku ... Satu jam .., yah satu jam itu adalah waktu yang dipatok untuk kami disini untuk halaqoh Setelah itu kami harus terjun langsung ke lapangan jihad, sesuai dengan tugas yang Telah diberikan kepada kami.




Kami di sini sangat menanti-nantikan hari halaqoh tersebut walau Cuma satu jam saudaraku ..,Tentu kalian lebih bersyukur, kalian lebih punya waktu untuk menegakkan rukun-rukun halaqoh, Seperti ta’aruf (saling mengenal), tafahum (saling memahami) dan takaful (saling menangung beban) di sana .. Hafalan antum pasti lebih banyak dari kami .. Semua pegawai dan pejuang Hamas di sini wajib menghapal surat al anfaal sebagai nyanyian perang kami, saya menghapal di sela-sela waktu istirahat perang, bagaimana Dengan kalian??




Akhir desember kemarin, saya menghadiri acara wisuda penamatan hafalan 30 juz anakku yang pertama, ia diantara 1000 anak yang tahun ini menghapal al qur?an, umurnya baru 10 tahun , Saya yakin anak-anak kalian jauh lebih cepat menghapal al quran ketimbang anak-anak kami disini, di Gaza tidak ada SDIT seperti di tempat kalian, yang menyebar seperti jamur sekarang.




Mereka belajar di antara puing-puing reruntuhan gedung yang hancur, yang tanahnya sudah Diratakan, diatasnya diberi beberapa helai daun pohon kurma .., yah di tempat itulah mereka belajar Saudaraku,, bunyi suara setoran hafalan al quran mereka bergemuruh diantara bunyi-bunyi senapan tentara Israel? Ayat-ayat Jihad paling cepat mereka hafal .., karena memang didepan mereka tafsirnya. Langsung Mereka rasakan.




Wahai Saudaraku di Indonesia, ..
Oh, iya, kami harus berterima kasih kepada kalian semua, melihat aksi solidaritas yang kalian perlihatkan kepada masyarakat dunia, kami menyaksikan demo-demo kalian disini. Subhanallah, .. kami sangat terhibur, karena kalian juga merasakan apa yang kami rasakan disini. Memang banyak masyarakat dunia yang menangisi kami di sini, termasuk kalian di Indonesia.



Namun,,,bukan tangisan kalian yang kami butuhkan saudaraku Biarlah butiran air matamu adalah catatan bukti nanti di akhirat yang dicatat Allah sebagai Bukti ukhuwah kalian kepada kami. Doa-doa kalian dan dana kalian telah kami rasakan manfaatnya.




Oh.., iya hari semakin larut, sebentar lagi adalah giliran saya Untuk menjaga kantor, tugasku untuk menunggu jika ada telepon dan fax yang masuk Insya Allah, nanti saya ingin sambung dengan surat yang lain lagi Salam untuk semua pejuang-pejuang islam di Indonesia.




( Gaza City ..1430 H )
Akhhuka….. Abdullah



Bagitulah isi surat tanpa harus mengubah isinya, Silakan baca dan resapi surat diatas, betapa miris dan terlukanya hati saat surat diatas diterima nurani kita, betapa terlukanya saudara kita disana. Tetap dukung mereka walau hanya Do’a ataupun dana yang bisa kita lakukan, Allahu Akbar ...




(♥ Subhallah & Semoga Bermanfaat ♥)


______________________________________________________


Jika menurut kalian, artikel ini bermanfaat.


Silakan di-share untuk teman Anda, sahabat Anda, keluarga Anda, atau bahkan orang yang tidak Anda kenal sekalipun.


semoga Anda juga mendapatkan balasan pahala yang berlimpah dari Allah Subhanahu Wa Ta'ala.




Aamiin Ya rabbal 'alamiin |




#BERSIHKAN HATI MENUJU RIDHA ILAHI#


... Subhanallah wabihamdihi Subhanakallahumma Wabihamdika Asyhadu Allailaaha Illa Anta Astaghfiruka Wa atuubu Ilaik ..

Minggu, 18 November 2012

The fighter


Aku kenal dengannya sejak penerimaan mahasiswa baru, sosok yang keras yang dibalut sedikit sifat kelembutan membuatnya berbeda dengan lelaki yang berperawakan sepertinya. Banyak teman-teman yang menganggapnya lelaki yang labil, tidak jelas alias abu-abu…..etc! ah sepertinya itu tak lain hanyalah ungkapan instan yang saya pikir tak seperti kenyataan sebenarnya…yah, saya pikir demikian. Pertemananku dengannya yang tergolong cukup lama meskipun mungkin anda mengatakan waktu 4 tahun adalah waktu yang sangat singkat untuk seutas kata “sahabat” namun kedekatanku padanya  telah menbuatku banyak tau  tentangnya.
Banyak hal yang mungkin anda tak tau darinya atau kebanyakan kita hanya menilainya dari ungkapan mata kita semata, tak banyak yang tau sebenarnya dibalik tubuh yang kita kenal tersebut telah tertanam sosok yang sangat mengagumkan yang jauh lebih aku hargai daripada sosok ideal yang berusaha aku bentuk dalam diriku selama ini. aku tak tau harus dengan apa aku gambarkan kepribadiannya yang sesungguhnya, karena dibalik penampilan yang apa adanya ternyata mendekam sebait lirik alunan syahdu petuah hidup yang bisa anda rekam untuk jalan hidup anda.
Pagi di pantai. Sayup-sayup terdengar desiran ombak yang masih malu-malu mengacaukan suasana pagi bahkan untuk mencapai dataran pantai sepertinya masih urung, tampak dari kejauhan sepasang remaja sedang asyik bermain-main di bibir pantai katanya sih mereka sedang memaknai ungkapan cintanya, agak aneh juga sih tapi itulah dunia remaja. Sambil menyisiri pantai yang memanjang dan terhampar luas kami berusaha untuk menghiasinya dengan percakapan ringan namun entah karena apa tiba-tiba percakapan kami mengarah pada sebuah tema yang sedikti tabu untuk lelaki seusia kami, dengan nada yang pelan-pelan dan tampaknya sedikit ragu mengalun dari mulutnya dia mengatakan “Saya ingin berubah!” ucapnya singkat. Awalnya perkataan itu tak ada yang istimewa bagiku  karena perkataan yang serupa telah seringkali saya dengar dari mulutnya bahkan mungkin ini sudah yang kesekian kalinya, saya hanya berusaha menjadi pendengar yang baik untuknya tak banyak yang aku katakan padanya cukup hanya dengan sedikit anggukan dan rona wajah yang saya buat-buat agar terlihat perhatian terhadap setiap ucapnnya. Namun semua percakapan tiba-tiba berubah menjadi irama keseriusan tatkala dia mengakatakan kata-kata yang tak banyak lelaki bisa mengatakannya “saudara saya ingin menikah, mungkin dengan ini semua akan merubah hidupku” spontan saja saya kaget dan berusaha menata ulang ekspresiku. Pikiranku malang melintang berusaha memutar kembali semua rekaman ingatanku tentang tema yang satu ini, sampai akhirnya terhenti pada kesimpulan yang juga pernah dikatakan oleh seorang bijak bestari bahwa satu-satunya ungkapan kasih sayang serta jalinan suci nan kuat di kolong jagat ini hanyalah pernikahan yah…pernikahan bukan pacaran karena pacaran adalah hubungan yang sangat rapuh dan dikelilingi dengan banyak kebohongan…dia ibaratnya sebuah fondasi yang sangat lemah yang akan merobohkan bangunan yang dibangun diatasnya sekokoh apapun itu…yah karena kebertanggung-jawaban dan kesungguhan yang akan membuat semuanya menjadi indah pada waktunya. Hingga akhirnya ternyata apa yang ia ungkapkan tersebut kini telah terbukti dan perubahan yang dia harapkan kini telah terpenjara dalam dadanya. Sobat ijinkan aku memanggilmu lelaki tangguh “the fighter”.

Muhammad Akbar