Pages

Minggu, 18 November 2012

SINDROM KETAGIHAN


Pernah mengalami hal yang membuat hidup anda menjadi ketagihan ? keadaan yang membuat diri anda ingin selalu melakukan hal itu secara berulang-ulang, dan ketika anda melakukannya anda rasanya tak ingin berhenti dari hal tersebut. Ya mungkin itu yang ku sebut dengan “sindrom ketagihan”.
Ada banyak hal yang terkadang membuat diri kita menjadi jatuh cinta dan akhirnya menyukai sesuatu hal, bahkan ujung-ujungnya dapat membuat hidup kita seperti mengalami ketergantungan dengan hal tersebut. Jangan salah bahkan seseorang dengan senang hati melakukan hal tersebut tanpa memikirkannya lagi secara rasional. Misalnya mengeluarkan banyak uang,bahkan sampai minjam kesana kemari, contoh lainnya yakni mengahabiskan hampir seluruh waktunya dalam sehari untuk melakukan hal tersebut.
 Ya,,, tentunya hal ini memiliki dua ujung tombak, yang pertama jika yang membuat kita itu adalah kebaikan tentunya baik untuk kita,keluarga,orang sekitar bahkan bangasa dan Negara. Misalnya gemar hidup bersih, nulis hal-hal yang bermanfaat buat orang lain, atau hal-hal lain yang bermuara tak merugikan diri sendiri dan orang lain tentunya. Tapi, jika ketagihan itu adalah sesuatu hal yang tak baik, bahkan dapat mendatangkan keburukan, sungguh celakalah diri kita. 
Nah, itu gambaran awal tentang hal yang ingin kuceritakan dalam artikel kali ini yakni “sindrom ketagihan”. Bagaimana tidak belakangan ini hal tersebut yang melanda diri ini beserta beberapa kawan-kawan aku dikelas. Mungkin hampir dari setiap mereka  rela mengahabiskan waktunya untuk melakukan kegiatan ini. Kemarin kami habiskan begadang dengan mengerjakan tugas tapi sekarang kami begadang untuk melakukan hal tersebut, jikalau kemarin sehabis kuliah langsung cabut kembali ke kehidupan masing-masing, tapi kali ini harus dan wajib rasanya menyisihkan waktu sejenak untuk melakukan hal ini bersama-sama, bahkan bukan hanya sekedar pekerjaan iseng, tak jarang kami memang telah menyiapkan segala sesuatunya sebelumnya.
Yah itulah demam “sindrom ketagiahan” game CONTER STRIKE. Yang telah melanda hidup kami semua belakangan ini, bukan karena game ini lagi popular dimata masyarakat, ataupun game terbaru yang baru dikeluarkan tapi karena keasyikan tersendiri yang kami rasakan ketika kami berhasil memenangkan suatu ronde dan berhasil membunuh teman kami (tentunya dalam game, karena kami main bareng dengan menggunakan system werlees dari computer yang terconect dari satu computer ke computer lainya, red).
Tak halang, kami yang dulunya susah untuk ngumpul bareng-bareng sekarang malahan sampai bosan rasanya bila ditinjau dari keseringan dan banyaknya waktu yang kami habiskan bersama untuk bermain. Tapi itu tak terfikirkan oleh kami, yang ada dalam fikiran kami hanyalah bagimana menggunakan strategi terbaik kami untuk mengalahkan musuh kami (tentunya dalam hal ini teman kami yang menjadi lawan kami, red). Dan yang paling tak diduga sebelumnya, kamar kostan aku telah disulap sebagai arena pertemuan para penderita “sindrom ketagihan” pada hampir tiap malamnya yang mengharuskan kami tidur tak pernah dibawah pukul 2.00 pagi bahkan tak jarang sampai terdengar kumandang  adzan subuh di mesjid-mesjid sekitar kostan kami.
Catatan: game conter strike semacam game perang yang mempertemukan antara segerombolan orang yang berperan menjadi teroris dan sekelompok orang lagi yang bertindak sebagai polisi. Dengan misi tergantung arena yang kami tempati bermain, namun secara umum ada dua misi yakni memasang bom (teroris memasang bom di area A atau B) dan misi penyelamatan beberapa orang  sadera oleh polisi yang disandera oleh teroris

Jumat, 09 November 2012

Ingatkan aku padanya


Pagi itu tepatnya jam 9.22 pas seperti yang terlihat di sebelah kanan bawah layar netbook yang aku gunakan untuk menulis tulisan ini,  tak ada yang berubah pikirku meski sebenarnya waktu masuk untuk para pegawai adalah jam 8 tapi sepertinya gedung fakultas yang aku banggakan itu masih sepi seperti sebelum-sebelumnya. Hem sepertinya mesti introspeksi nih! Tepat dipojok sebelah kanan depan saya duduk empat orang mahasiswa yang sedang asyik dengan laptopnya masing-masing kalau dilihat sepintas sepertinya mereka sedang sibuk menekan tuts-tuts laptopnya saya tidak tau apakah mereka sedang mengetik tugas, chatting, atau mungkin saja juga menulis sesuatu seperti apa yang sedang saya kerjakan. Tak lama berselang tiba-tiba datang salah seorang mahasiswa yang sedang dalam tahap penyelesain skripsi duduk didekatku, sambil sedikit bersikap ramah kami bercakap-cakap tentang perihal kami masing duduk di kursi tunggu jurusan. Menurutku dia adalah mahasiswa yang rajin dan supel tampak dari air muka dan perawakannya yang sedikit akademis. Eh tak lama kami bercakap-cakap akhirnya dia juga mengambil laptop dalam tasnya kemudian dengan cekatan meng-on kannya hingga akhirnya aku simpulkan dia on line. Yah sama seperti mahasiswa di depan saya itu. Seperti sebuah tindakan reflek! setiap mahasiswa yang aku saksikan di gedung fakultas pasti akan terjerat dalam panah-panah online yang menggiurkan, suatu pemandangan yang sangat menakjubkan dibandingkan beberapa tahun pertama keberadaanku di kampus ini. Aku tak mengklaim apa yang mereka lakukan sebagai tindakan yang aneh dan salah tapi penerawanganku sedikit kuarahkan pada kesimpulan bahwa keseringan yang akan menciptakan kebiasaan dalam diri kita dan selanjutnya kebiasaanlah yang akan membentuk kita dan menjadikan kita cenderung kepadanya. Saat itu juga aku berkhayal seandainya yang kita buka secara reflek itu adalah buku lembaran dosa kita atau seandainya yang kita kerjakan secara rutin dan konsisten tersebut adalah ibadah kepada Allah mungkin jadinya sedikit akan berbeda, Sekali lagi kawan saya tak mengklaim apa yang kalian kerjakan sebagai sesuatu yang salah saya cuma berusaha mengibaratkan semua itu dengan sisi yang perlu untuk kita perhatikan bersama yaitu sisi kelam kita yang bernama dosa. sudahkah kita bermuhasabah hari ini? Apakah muhasabah atau introspeksi diri menjadi kebiasaan yang kita lakukan tiap harinya seperti kebiasaan-kebiasaan kita yang lainnya?

Duh saudaraku sungguh muhasabah adalah perbuatan seorang hamba yang di cintai dan diridhoi oleh Allah, karena muhasabahlah yang akan mengantarkanmu pada taubat kepada Allah al ghofur, tidakkah hatimu terenyuh menyaksikan seorang hamba yang suci terjaga dari dosa tapi masih tetap mengucapkan lafadz taubat tak kurang dari seratus kali perharinya, sampai kakinya harus bengkak berdiri melaksanakan shalat,  menjinakkan rasa kantuknya di sepertiga malam gulita Cuma karena  karena ingin mensyukuri nikmat dan memohon keridhoan Rabbnya, Allah al azza wa a’la. Bagaimana dengan kita yang tak terjamin ini saudaraku? pantaskah bagi kita untuk  tak acuh terhadap dosa yang kita lakukan sementara yang terjamin saja masih melakukannya. Saudarakau selagi jiwa masih dalam raga dan iman masih mengokoh kuat dalam hati bermuhasabahlah, karena dia adalah kekuatan untuk jiwa-jiwa yang lemah, jiwa-jiwa yang lupa kematian dan azab Allah yang pedih tak tertandingkan. Saudaraku apa yang kutulis ini hanyalah usaha untuk bermuhasabah juga, karena tiadalah manusia sepeninggal rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam yang terbebas dari lumuran dosa. Yuk bermuhasabah!


Kamis, 08 November 2012

Ada air mata di pelupuknya


Tulisan yang kuhadirkan didepan pembaca ini hanyalah tulisan lusuh yang tak seindah dan seliuk kata-katanya dengan tulisan-tulisan best seller yang pernah kita baca. Demikian pula isinya yang tak akan mengurai air mata para pembaca karena kisahnya yang mengharu biru atau bahkan mungkin karena kesedihannya yang menyayat hati tapi apa yang kuhadirkan untuk pembaca hanya sekedar oase untuk mengobati kerinduanku padanya. Orang yang paling aku cintai dan rindukan.
Siapa yang menyangka bahwa ternyata diantara kita sangat sedikit yang mengetahui tentang kisah hidup dari sosok yang paling dicintainya. Sekedar contoh sobat adakah diantara engkau yang tau secara pasti seluruh kisah hidup orang tercintamu seperti yang DIA banyak tau tentang kisah hidupmu. kapan DIA lahir?, Bagaimana senyum dan murungnya? apa yang menjadi makanan kesukaannya? De el el. ataukah memang tak ada yang kita tau selain namanya yang sering kita sebut dikala kita menangis tersedu bahkan sekedar nama lengkapnya saja kita masih lupa-lupa ingat atau jangan-jangan kita tak pernah mencintainya sepenuh hati?. Oleh karena itu Saudaraku kuajak engkau sejenak merenungi keratan tulisan yang kupersembahkan untukmu berikut ini! “ Sobat cobalah tuk memandangi sosok yang mulai menua itu kini wajahnya tak secantik dan seayu dulu lagi, dia bukan lagi bidadari dalam pingitan, rambutnya yang hitam lebat menjuntai lurus memesona kini mulai memutih dan tersanggul, tangan ajaibnya yang halus mengelus dan menyuapi kita kini telah lemah mengeriput mengiringi guliran waktu, tutur katanya yang lemah lembut nan ramah kini mulai parau dan terbata-bata meski balutan cinta dan kasihnya tak akan pernah memudar sedikit pun, yah dialah sosok yang membesarkan nama kita dikala kita terpuruk dan jatuh, “Apa yang membuatmu murung sayangku, kejarlah cita-citamu jangan pernah mendahului nasib yang belum pasti ditakdirkan untukmu jangan menggagalkan rencana besar Allah dengan keputusasaanmu, kejarlah sayangku doaku kan selalu menyertaimu” ucapnya singkat, dialah yang sudi menjadi ember penampungan untuk mendengar seluruh keluh kesah kita, sekali lagi dialah kawan bukan facebook atau twitter yang sama sekali tak memahami keadaan dan perasaan kita. Sedih, tawa, canda, marah semuanya telah kita sisipkan dalam hidupnya cukuplah itu menjadi bukti kecintaannya kepada kita yang tak berbatas, sedikitpun dia tak rela melihat guratan sedih dan murung di wajah yang dia banggakan dan cintai sepenuh jiwanya itu, yaitu kita. Entah berapa bagian yang telah kita sita dari hidupnya hanya untuk kebahagiaan kita. Ketahuilah saudaraku diantara kita tak ada yang tau suatu saat senyum tulus itu kan berubah menjadi senyuman kaku yang berbalas tumpahan air mata dan jeritan tangis, saat dimana nasihat petuahnya, dongengnya, dan tegur luhurnya  tak lagi terngiang-ngiang dan menyapa telinga kita, saat itulah kita akan tahu arti sebuah perhatian dan kasih sayangnya. Jangan biarkan kepergiannya membawa luka lara yang menyesakkan dadanya tak relakah kau melihatnya tersenyum meski hanya sepintas saja. Bagi yang masih mendapati sosok itu datanglah kepadanya dengan kerinduanmu yang sangat, tumpahkan seluruh kerinduan itu agar tak meninggalkan kisah lara saat engkau tak mampu lagi merasakan kehangatan pelukannya yang erat dan penuh kasih. Dialah IBU.

Khusus untukmu Saudariku, IBU adalah kata  yang suatu saat pasti akan mengiringi nama kalian, kata yang akan terdengar jelas ditelingamu memanggilmu sambil diiringi rengekan-rengekan manja si kecil anakmu! Anda pun pernah merasakannya bahkan mungkin kemanjaan itu belum lekas dari dirimu, saudariku IBU adalah sebutan yang teramat sakral utuk kaummu ketahuilah banyak diantara kaummu yang menginginkan sebutan itu namun sepertinya sangat susah untuk meminangnya. Kelak sekiranya engkau masih merasakan sejuknya pagi dan dinginnya malam cobalah tuk mejadi sosok yang yang paling dicintai dan dihormati oleh buah kasihmu sepenuh jiwanya, tak rela membiarkan air matamu tumpah berurai menyentuh bumi apatahlagi membuat pelupukmu memerah penuh luka yang mencabik.
Saudaraku Ingatlah! Cukuplah kehidupanmu hari ini menggambarkan masa depan yang kan engkau jalani esok kawan, cobalah tuk berbuat yang terbaik untuk IBUmu, yah minimal untuknya. Tidakkah engkau ingin senyum sumringah merekah itu tersungging dari bibir tipis keringnya yang tak lekang memanjatkan doa kepadaNYA untuk kebahagiaanmu. Pikirkan setiap langkah yang kan engkau tempuh jangan biarkan langkah itu justru menjadi keresahan batin IBUmu membuatnya harus melawan badai malam yang dingin menusuk pilu kedalam relung hatinya meski tampak olehmu diwajahnya keceriaan yang kau terjemahkan sebagai bahasa kebahagiaan, tidak! sekali lagi tidak Saudaraku wajah itu tak menggambarkan kebahagiaannya, kebahagiaan itu tak seperti yang engkau saksikan pahamilah bahasa hati IBUmu. Untuk engkau yang jauh dari ibumu renungkanlah baik-baik betapa ibumu saat ini berharap cemas kabar beritamu di negeri orang meski itu hanya MAKASSAR, betapa tidak anak yang dikandungnya dan diasuhnya dengan seluruh kasih sayangnya tak lagi di sisinya. Apakah ia sudah makan?, Apakah uangnya masih cukup? Apakah ia sehat-sehat saja? Atau…?....yah, pertanyaan rindu khawatir itu muncul dari benaknya tanpa berharap apakah kita juga rindu dan perhatian dengan keadaannya. Ketika uang telah habis kita boleh saja dengan mudah menelponya “Ma’ habismi uangku, kirimika lagi!” tanpa pernah berpikir betapa berat perjuangannya mengumpulkan uang lembar demi lembar receh demi receh bahkan rela menikmati makanan tawar tak bergaram cuma karena tak ingin melihatmu dirundung susah. Saudaraku sadarkah engkau boleh jadi Apa yang kau lihat disekujur tubuhmu yang kau nikmati dengan uang adalah perasan peluhnya bahkan mungkin adalah bayaran atas tetesan darah kakinya yang luka melepuh menyusuri tapak jalan yang bercadas di bawah terik panas yang memanggang. Saudaraku berusahalah tuk berpikir dari sudut pandang IBUmu, dia tak pernah menginginkan engkau gagal, jadi adakah alasan untuk kita tak membuatnya bahagia padahal seluruh hidupnya dia gadaikan hanya untuk melihatmu tersenyum bahagia. Jadikan setiap harimu adalah hari IBU. Berjuanglah untuk IBU dan kesuksesanmu. Kalian adalah anak yang lahir dari rahim seorang wanita yang hebat, DIAlah IBUmu. Ya Allah buahkanlah Surga Firdaus untuk ibu-bapakku! Bakti dan cintaku kan tetap menyertaimu!

Makassar, 22 Mei 2012

Muhammad Akbar       

Selasa, 06 November 2012

BISMILLAHIROHMANIRAHIM



Edisi, selasa 05 November 2012

Ya Allah….
Jika aku jatuh cinta,
cintakanlah aku pada seseorang yang melabuhkan cintanya hanya padaMU
Agar bertambah kekuatanku untuk mencintaimu…..
Ya Muhaimin….
Jika aku jatuh hati,
izinkanlah aku menyentuh hati seseorang yang hatinya tertaut padaMU
Agar tidak terjatuh aku Dallam jurang cinta nafsu….
Ya Rabbana….
Jika aku jatuh  hati,
 jagalah hatiku padanya agar tidak berpaling dari hatiMU….
Ya Rabbul izzati….
Jika aku rindu,
 rindukanlah aku pada seseorang yang merindui syahid dijalanMU
Ya Allah
Jika aku menikmati cinta kasihMU
Janganlah kenikmatan itu melebihi keindahan bermunajat kepadaMU….